Ibuku Segalanya Bagiku , Besar dan Suksesku adalah Dirimu

Ibu adalah wanita perkasa
Wanita hebat yg dengan tulus menyayangi anaknya. Ibu adalah segalanya bagiku besar dan suksesku karena ibu

Sadar atau tidak sadar aku juga pernah menyakiti ibuku , tapi pintu maaf ibu terbuka lebar untukku.
Kasih sayang ibu sepanjang masa , sayangnya anak ke ibu dimulut aja.

Saat aku masih sigle sering menyakiti , memerintah , membentak , meremehkan dan sebagainya. Ibu maafkan atas kesalahanku. Tapi aku baru sadar setelah aku punya istri betapa beratnya menjadi seorang ibu.

Seorang ibu jauh berbeda dengan ayah , nikmat ayah memberi beban buat ibu. Berjuang dan berjuang ibu dari aku lahir sampai sedewasa ini bahkan sampai punya cucu. Disaat ibu mengandungku , beban berat menyertai selama sembilan bulanan , tidurnya tak senikmat yg tidak mengandung. Saat mengandung tidurnya hanya miring , dan tak bisa tengkurap. Saat berjalan harus menahan beban berat diperutnya , menjaga pola makan demi kesehatan janin di perutnya.

Saat akan melahirkan , ibu harus berjuang hidup dan mati demi kelahiran anaknya. Perutnya melilit tak karuan , merintih kesakitan dirasakannya. Dari pembukaan tiga hingga pembukaan sembilan ibu harus menahannya. Sakit , sakit , sakit jerit ibu dan ayah tak bisa berbuat apa " tahan bu , tahan". Memang mudah mengucap tahan tapi ayah juga tak mampu berbuat apa. Ibu kau tahan rasa sakitmu saat aku ingin keluar dari perutmu. Tak hanya semenit dua menit rasa sakit itu di rasakan ibu bahkan ada yang dua jam sampai 12 jam lebih.

Anak lahir , perjuangan ibu belum berakhir.
Saat sudah lahir ibu harus menjaga dan merawat 24 jam dalam sehari. Malam saat ibu lelap tidur terdengar suara " ngek" ibu harus bangun dan menyusui. Saat anak panas kepanikan ibu tak terbendung lagi , 24 jam ibu siaga panik resah melihat anaknya rewel badannya panas. Berbagai cara ibu lakukan agar panasnya turun , ingin membangunkan ayahnya ibu enggan. Dan hanya sesekali ayah menggantikan ibu. Saat sehatpun anak ibu perlu ekstra perawatan apa lagi saat sakit.

Pagi dan sore ibu harus memandikan anaknya , menyusui dan memberi makan jadi kewajibannya dan rutinitasnya. Tapi kuatnya ibu ada dorongan ayah dibelakangnya. Walau bagaimanapun ayah juga berperan untuk anaknya namun tak sebesar ibu.

Setelah dewasa ibu tetap sayang kepadaku , kadang seratus ribu dua ratus ribu ku berikan ibu itupun aku hitung. Sedangkan ibu tak pernah menghitung berapa harta yg diberikan padaku , pengorbanan waktu yang diberikan untukku , pengorbanan tenaga untukku.

Aku hanya anak yang meremehkanmu , saat aku disuruh bantahan slalu aku ucapkan

" Sus parine le ani - ani nang buri deso gawakke " kata ibuku
" Moh ah , panas abot"  jawabku

Kadang aku kalau minta sesuatu harus dan tanpa berfikir sulitnya mencari uang.

"Mak , jalok dwet satus ewu gae tuku katok"  pintaku
" yoh , mengko ya nek wis itok opah tandur" sanggah ibuku
" Saiki mak , selak ditunggu kancaku!" ucapanku
" rung dwe , ra gampang golek dwet" balas ibuku
" ah luweh , pokoke saiki , jileh ke sopo lah mak " ucapku
" jal jalok bapakmu kae , koe yo nek kon ewang - ewang ra gelem" ucap ibuku
"  jalokke kono mak , nang bapak , wong cah nom kok kon nang ngalas yo moh , mengko bagusku ilang " ucapku
" yo , iki tak jilehke tonggone wong bapakmu ra dwe duit jare wingi tes ge bayar sekolahmu . iki mengko nek turah balekke soale ngomah wis ra dwe janganan mengko le masak " ucap ibu
" mooh , iki wae gae tuku katok ra cukup. Yo makke mengko golek dwet maneh  , makke jaluk dwet gae anakke ae pelit , kokehan alesan , nek moh jaluki dwet rasah dwe anak " celotehku sambil gerutu dijalan

Dan setelah dewasa baru kusadari mencari uang itu benar- benar susah. Terkadang bisa mencari namun untuk cukup itu susah. Menyepelekan ibu dan bapakku itu biasa padahal mati - matian mencari nafkah agar cukup untuk sehari - hari serta demi kebahagiaanku.

Setelah berkeluarga yg seharusnya lebih mandiri lagi pun tetap butuh ibu.

" mak , aku arep nang pasar sedilit nitip ody ya "  Ody nderek simbah ya! Ucapku

" yoh , ra swe swe aku wong arep neplekki durung rampung" ibuku

Lalu kadang menghitung apa yg diberikan pada ibu.

" Sus , ono dwet 20 ewu arep tak ge layat ra dwe " pinta ibuku

Ha wingi kae tak wei seket ewu entek pow mak " jawabku

Padahal seberapa besar uang yg diberikan untuk ibu tak mungkin sanggup untuk membayar apa yg diberikan ibu untuk anak.

Ibu doakan aku agar sukses dan tak melupakanmu dan menjagamu di usia senjamu





Ini adalah ibuku usianya yang sudah lebih dari 60 tahun , beliau adalah panutanku. Aku besar dan bisa menulis ini semua berkat ibuku. Ibuku mengajarkan nanyak hal tentang memaknai hidup ini
Ibu maafkan atas kesalahanku.

Comments

Popular posts from this blog

Istilah - istilah Gay Sekedar Tahu

Pasar Manuk atau Pasar Burung Muntilan , Pasar Klitikan

Viar Motor Roda Tiga Penumpang Asli Dari Viar ( wong deso )