Apa Harus Iri Dengan Pedagang Sayur Kecil

Aku bukan siapa - siapa,  tokoh masyarakat bukan,  figur di layar kaca juga bukan tapi banyak lingkungan yang iri dengan kehidupan yang kujalani.
Entah karena apa atau bagaimana tapi pada dasar didesa kecilku banyak orang sukses dalam usahanya dan lain sebagainya. Lalu kalau aku apa yang perlu dibuat iri,  kehidupanku alkmdulillah saat blog ini aku tulis dalam kondisi cukup ( alkhamdulillah lagi jika aku cukup punya mobil mewah,  sawah berlimpah,  rumah megah,  emas tumpah ruah ''' amin " ). Tapi kondisi cukup disini alkmdulillah cukup buat makan syukur - syukur cukup untuk ditabung,  Allahumma amin.

Selalu aku singgung tentang kehidupanku aku hanya pedagang sayur saat ini dan hanya pedagang kecil. Setengah kilo gram cabai dan sayur bahkan kurang aku dapatkan dari petani yang percaya dan nyakin aku membeli barang sayur mayur dan cabai sesuai pasar. Aku pun hanya manusia biasa yang tidak luput dari dosa dan kesalahan tapi dengan kepercayaan yang diberi aku berusaha menyakinkan bahwa aku bisa menjalankan kepercayaan itu. Ya keluh kesah tentu ada dalam menjalani sebagai seorang tukang sayur,  untung pasti ada. Untung adalah sumber pendapatan dari pedagang sayur. Seratus,  duaratus bahkan ketika hoki sepuluh ribu dapat diperoleh dari perkilo barang. Tapi keuntungan besar belum tentu didapat seminggu sekali,  bahkan mungkin sebulan sekali. 

Pada dasarnya rata2 keuntungan sekitar 250 rupiah perkilo sampai 1000 perkilo. Wah mungkin kalau dilihat dari hasil besar dengan rumusan wah jika keuntungan 1000 perkilo gram berarti kalau 500 kg keuntungan yang didapat 500 ribu rupiah. Wah kalau gitu keuntungan yang didapat rasanya gurih banget. Sedangkan dalam faktanya dari satu jenis barang belum tentu dalam satu harga yang sama melainkan asda yang untung 1000 , 600, dsb bahkan suatu kedaan juga ada yang tanpa keuntungan bahkan rugi adalah bagian dari keseharian. Tapi sebagai pedagang untung dan rugi adalah hal yang biasa. Keyakinan yang biasa diterapkan biasanya sekarang rugi besok insyaAllah untung banyak.

Asam manis pedagang sudah dirasakan kalau hanya menghitung keuntungan banyak orang yang iri dan ingin berdagang tapi dalam fakta berdagang ada hal yang harus dikeluarkan seperti biaya parkir,  biaya angkat dan angkut barang,  biaya kemasan barang dan lain sebagainya dimana terkadang saat kemasan habis dan lain sebagainya habis keuntungan yang didapat habis untuk biaya tersebut bahkan kurang. Ada hal lain lagi dimana dalam perdagangan tidak bisa mengunakan rumus matematika atau perbandingan. Semakin banyak barang semakin banyak keuntungan hal ini bisa terjadi juga apa bila harga stabil dan barang tidak banyak di pasaran sedangkan jika banyak barang harga akan turun tak terduga. Harga sewaktu - waktu dapat berubah berdasar permintaan barang semakin banyak permintaan barang tetapi sedikit barang maka harga barang akan meningkat dan semakin banyak barang sedang permintaan sedikit maka akan terjadi penurunan harga barang. Sistem yang lain kini sudah merambah kesistem telpon dimana para penjual meng-calling para pembeli dikala barang membludak sehingga pembeli yang hanya mengandalkan penjualan langsung akan kehabisan pembeli. Menurunnya harga barang juga dipengaruhi oleh menurunnya harga barang di tempat lain. Sistem buang kanan kiri membuat harga barang menurun dimana saat harga barang dipasar sini melonjak naik sedangkan di pasar lain ada penurunan maka barang akan dimasukkan kepasar sini dengan harga lebih rendah dari harga pasaran sini.

Ya itu tentang kondisi pasar,  lalu terkadang aku berpikir kenapa harus ada iri. Jika kita mampu menjalani kehidupan kita sendiri dan berkeyakinan bahwa rizki ditangan Allah maka kita harus mensyukuri kehidupan yang kita jalani. Semakin serakah hidup kita justru semakin jauh dari tentram dan bahagia,  semakin jauh langit yang ingin kita gapai justru semakin jauh lagi dapat meraih. Perlu diketahui juga tidak sedikit pedagang sayur besar yang harus banyak kehilangan karena banyaknya dagangan yang masuk tetapi tak mampu membuangnya dikala hancur harganya. Ya kita tahu bahwa pasar adalah tempat yang jauh dari Allah karena pasar adalah tempatnya syetan. Aku sebagai orang pasar menyadari hal itu karena dimana dipasar terjadi kecurangan - kecurangan dan ada pula sebagian kemusrikan yang dijalankan. Kecuranhan yang nampak yaitu tentang kualitas barang memang seperti itu karena pasar berharap barang bagus harga murah dengan penjualan barang mahal sehingga keuntungan besar.... Eleh eleh mantap cepet kaya deah. Sedangkan hasil dari petani tak selamanya bagus dengan begitu ada penataan yang menarik dari pedagang yang menjual agar menarik dan elok untuk dipilih. Sedangkan jika kejujuran siterapkan apa adanya barang banyak pembeli yang menolak dan memberi harga murah dicari - cari sisi jeleknya bukan istimewanya.

Ya ya ya kehidupan pasar yang aneh tapi nyata. Pada dasarnya aku berusaha maksimal menjalani ini semua berusaha menjalin kemitraan yang baik dengan petani yang percaya padaku,  dan pembeli yang percaya dengan kualitas barang yang aku bawa. Pada dasarnya aku manusia biasa yang penuh dosa dan kekurangan tapi aku akan selalu berusaha memaksimalkan dan memperbaiki setiap kekurangan. Aku bisa begini jika tidak ada kepercayaan dari para petani setiaku dan para pembeli yang percaya dengan barang daganganku. Semoga banyak orang iklas dengan keuntungan yang aku dapat baik para petani setiaku,  para pembeli daganganku serta sanak saudara dilingkunganku. 

Jangan pernah iri dengan yang aku jalani dan insyaAllah aku juga tidak iri dengan kehidupanmu. 
Terima Kasih.


Popular posts from this blog

Istilah - istilah Gay Sekedar Tahu

Pasar Manuk atau Pasar Burung Muntilan , Pasar Klitikan

Viar Motor Roda Tiga Penumpang Asli Dari Viar ( wong deso )