Inilah Cara Jitu Mengatasi Petek Pada Buah Cabai Yang Efektif dan Tepat Sasaran

Akhir - akhir ini petani cabai baik cabai rawit , cabai kriting ,Pengepi sayur bahkan cabai japlak yang ukurannya kecil diserang petek.

Cabai yang sudah terserang petek akan membusuk dalam hitungan hari. Sedangkan cabai yang sudah terserang petek  tentu menjadi barang yang tak berkualitas lagi oleh karena itu tidak memiliki harga jual kecuali saat harga cabai meningkat , cabai petek dengan masih dapat dijual dengan harga murah.

Petani mengalami keresahan yang cukup meresahkan dan membingungkan karena cabai petek yang dihasilkan terkadang lebih banyak di bandingkan dengan cabai yang berkualitas.

Penyemprotan dengan fungisida dan insekstisida juga sudah dilakukan setiap tiga hari sekali oleh para petani untuk menghindari banyaknya hama pada tanamannya. Petani akan semakin gelisah saat Petek  merambah banyak saat datang curah hujan terus menerus.

Petani banyak yang menyimpulkan bahwa petek disebabkan oleh jamur. Dan hanya sedikit yang berkesimpulan petek disebabkan oleh hama lalat buah.

Hama pada cabai baik cabai rawit , cabai kriting ,cabai sayur ( teropong ) maupun cabai japlak ( lalap ) hampir sama yaitu hama ulat grayak ( biasa memakan daun muda pada cabai, disebut ular grayak karena menyerang grayakan / berkoloni banyak ) , tungau kuning dan tungau merah ( biasanya menyerang dibawah daun sehingga daun tanaman cabe akan menggulung ke bawah dan keras , tanaman cabe yang sudah terkena tungau harusnya dicabut dan diganti yang baru karena tanaman tersebut sudah tidak berkembang lamenelurka jamur ( biasanya menyerang di bagian akar , pohon ,dan batang , tanaman yang terkena jamur akan mati dan layu ) dan hama petek /hama lalat buah ( petek sebenarnya disebabkan oleh lalat buah saat menyuntikkan telurnya ke buah cabai serta sayuran lain dan juga buah - buahan. Namun diantara hama - hama tersebut yang paling meresahkan dan sulit pengendaliannya yaitu terserang petek yang disebabkan oleh serangga lalat buah.

Penyebab Petek pada Cabai

Petek pada cabai disebabkan oleh hama lalat buah ( Bactrocera )
Lalat buah merupakan serangga polybag atau serangga yang banyak memiliki inang.
Serangan hama ini ditandai dengan yang bermula titik hitam sebesar jarum dan lambat laun menjadi hampir seluruh buah cabai menjadi hitam dan membusuk. Titik hitam tersebut disebabkan oleh gigitan / suntikan lalat buah yang memasukkan telurnya kebuah yang dihinggapi sebagai inangnya dan yang kemudian menetas dan berkembang menjadi larva.

Lalat buah terdapat 4500 species diseluruh dunia dari family Tephritidae dan 20 spisies bactrocera perusak sayuran dan buah - buahan di Asia.



Telur lalat buah yang menetas dan menjadi larva dan akan merusak buah dari dalam. Buah yang terdapat larva tersebut akan kuning pucat , coklat dan layu.

Kualitas cabe yang sudah digigit atau tertusuk lalat buah tentu akan menjadi buah NG ( no good ) dan tak layak jual lagi karena sebenarnya tak layak konsumsi sehingga menyebabkan kerugian besar pada petani yang mengalaminya.

Petek yang disebabkan serangga lalat buah ini akan banyak / merabah pada musim penghujan atau banyak curah hujan karena disebabkan oleh tusukan ovarium lalat buah betina yang terkontaminasi oleh cendawan ( bakteri ) sehingga buah menjadi rusak , busuk , layu bahkan rontok ke tanah.

Sebenarnya lalat buah bersimbiosis mutualisme dengan bakteria sehingga apabila lalat buah menusukkan telur pada buah cabai dan buah lainnya biasanya akan desertakan dengan bakteria.
Sehingga memungkinkan pembentukan kulat pada bagian yang terkena serangan yang akhirnya akan menyebabkan buah menjadi berulat dan busuk.

Kenapa Petek Pada Cabai yang disebabkan lalat buah cepat merambah.

Perlu kita pahami kenapa petek pada cabai dalam waktu singkat akan merambah dan banyak.

Petek merambah banyak disebabkan karena lalat buah betina mampu meletakkan telur sebanyak 1 sampai dengan 1O butir telur dalam sehari bahkan hingga 40 butir telur. Sepanjang hidupnya lalat buah betina mampu bertelur sampai 800 butir. Sungguh fantastis bukan rekor lalat buah menyebar serangan petek.

Dapat dibayangkan jika didalam ladang / kebun / sawah 1 hektar terdapat hanya 200 ekor lalat buah betina maka akan ada 160.000 buah cabai yang yang terkena petek. Cabe rawit sebanyak itu mungkin sekitar berapa kilo yang harus menjadi cabai petek. Maka tak dipungkiri lagi jika terkadang hasil cabai petek lebih banyak dari pada cabai berkualitas saat perawatan dan penyemprotan kurang diperhatikan.

Cara Pengendalian Petek pada Buah Cabai


  1.  Pengendalian secara teknis
  2. Pengendalian secara kimia
  3. Pengandilian secara kultur
  4. Pengendalian secara biologi
Pengendalian Petek yang disebabkan lalat buah sungguh - sungguh sulit meskipun dengan racun serangga karena ciri - ciri fisiknya yang besar , bahkan melindungi buah cabe maupun sayuran dan buah - buahan dari lalat buah kadang hasilnya tidak sesuai harapan.


  • Pengendalian secara teknis 
Pengendalian teknis dapat dilakukan dengan memetik cabai yang terserang petek  kemudian   dengan cara memusnahkan cabai yang terkena serangan lalat buah membungkus buah ( apakah mungkin cabe dapat dibungkus / jika buah lainnya mungkin dapat dilakukan) , Rotasi tanaman ( apa mungkin akan selalu merotasi tanaman ) , memanfaatkan musuh alami seperti pupa ( biosteres Sp , Opius Sp) parasitoid larva , dan semut ( ini kurang efektif tentunya)

Terkadang justru yang seharusnya dilakukan pemusnahan dengan menimbun dalam tanah ataupun membakar cabai yang terkena serangan lalat buah . Namun banyak petani yang membuang cabe petek disungai - sungai yang justru akan meningkatkan populasi lalat buah semakin banyak. Pengetahuan yang kurang dan bimbingan dari dinas pertanian yang menyebabkan buruknya kebiasaan , buang sampah sembunyi tangan ( kalau ada istilah ini ).

Mari para petani yang cerdas jangan buangbuahai petek di sungai / kali kecil di persawahan yang berdampak menyebarkan hama petek yang lebih banyak.


  • Pengendalian cabai petek secara kimia 
Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan secara rutin dengan tujuan menekan jumlah hama , baik hama ulat , hama jamur maupun serangga lalat buah.
Untuk menekan jumlah hama bisa gunakan fungisida , curacro , Regent  Matador ataupun santool.


  • Pengendalian petek secara kultur
Sebenarnya pengendalian ini adalah bagian dari pengendalian teknis , yaitu dengan memelihara tanaman dan tanah. Dengan melakukan pencacahan tanah di area tanaman yang dapat mematikan pupa lalat buah yang terdapat didalam tanah agar terkena sinar matahari  dan mati.

Siklus lalat buah dari telur menjadi larva dan setelah itu larva akan meletup ketanah dan menjadi pupu yang hidup dalam tanah berwarna hitam pekat yang kemudian akan menjadi lalat buah dan kemudian mengalami masa perkawinan serta akan menelurkan telur - telur lalat buah.

Sanitasi yang baik juga bagian dari pengendaliannya , kebersihan sawah atau lokasi menentukan tingkat serangga lalat buah. Terdapat tanaman yang mati dan membusuk ditambah pula banyaknya semak - semak serta gulma ( rumput liar ) yang dapat dijadikan inang alternatif ketika cabai / buah lain belum mulai berbuah .

Pengendalian petek disebabkan lalat buah dengan selambu yaitu dengan memasang selambu disekeliling area sawah. Namun cara ini kurang efektif karena banyak memakan biaya untuk membeli selambu yang panjang.

Pengendalian juga dapat dilakukan dengan tanaman perangkap
Pengendalian dengan tanaman yang disukai lalat buah yang mengandung methyl eugenol.
Tanaman yang mengandung methyl eugenol dengan kadar berbeda meliputi  pala ( myristica fragan) , tanaman yang bersifat sinergis ( meningkatkan efektifitas atraktan) , tanaman kayu putih , dan tanaman kemangi / selasih ( ocinum).

Pengendalian secara biologi yaitu dengan menggunakan alat dan teknologi khusus yang membuat lalat buah jantan mandul. Namun pengendalian ini kurang tepat karena ini hanya bisa dilakukan oleh dinas pertanian atau institusi pertanian.

Pengendalian dengan menggunakan perangkap , yaitu dengan umpan protein dengan memasang tabung  / botol umpan protein yang dapat dibuat sendiri dengan botol bekas ataupun bisa beli ditoko pertanian.

Salah satu contohnya seperti gambar dibawah ini.
Dimana dapar dijelaskan botol berfungsi sebagai perangkap masuk dengan alat penarik / pemikat kapas yang sudah diberi cairan methyl euganol. Sedangkan air berfungsi untuk merusak sayap tipis lalat buah dan memusnahkan lalat buah yang tercelup didalamnya.

Adapun cara lain membuat perangkap yaitu dengan menggunakan botol bekas air mineral yang 1/4 bagian atasnya dipotong lalu dipasang lagi dalam posisi terbalik yaitu bagian lobang tutup yang tutupnya sudah dibuang di letakkan dibagian botol 3/4 nya.

Umpan protein yang berupa eugenol methyl / methil eugenol yang bisa dibeli di toko pertanian dan harga cukup murah.

Fungsi umpan protein

  1. Mengacaukan perkembang biakannya / perilaku kawin , serta perilaku makan lalat buah
  2. Mendeteksi / memonitor populasi lalat buah diarea sekitar lahan persawahan
  3. Memikat lalat buah kemudian memusnahkan dengan perangkap


Pengendalian dengan g ke ya ra kian, perlu diketahui bahwa lalat buah sangat menyukai dengan warna kuning oleh karena itu lalat buah dapat dikendalikan dengan memasang perangkap yang dengan papan / botol yang diolesi lem yang berwarna kuning ( prodak lem metilat , leila hogy / berwarna kuning )cocok untuk perangkap ini.

Dari pengendalian - pengandalian tersebut yang paling efektif adalah pengendalian dengan dua perpaduan antara pengendalian kimia dengan penyemprotan obat serangga dan pemasangan perangkap baik lem maupun umpan protein. Dulu perangkap umpan protein sering digunakan namun kini mulai ditinggalkan oleh para petani , dan hanya mengandalkan penyemprotan saja.

Para petani yang budiman masihkan buah cabai terserang petek dan kini perangkap umpan protein jarang dilakukan oleh petani. Penangan tepat akan mebuahkan hasil yang sesuai.


Comments

Popular posts from this blog

Istilah - istilah Gay Sekedar Tahu

Pasar Manuk atau Pasar Burung Muntilan , Pasar Klitikan

Viar Motor Roda Tiga Penumpang Asli Dari Viar ( wong deso )